Harga terjangkau Vivo y27s selengkapnya👉

WS Rendra - SAJAK SEORANG TUA UNTUK ISTERINYA

Puisi "Sajak Seorang Tua untuk Istrinya" karya W.S. Rendra mengajarkan kita tentang pentingnya menjalani hidup dengan semangat dan senyuman
Puisi "Sajak Seorang Tua untuk Istrinya" karya W.S. Rendra mengajarkan kita tentang pentingnya menjalani hidup dengan semangat dan senyuman.
Aku tulis sajak ini
untuk menghibur hatimu


Sementara kau kenangkan encokmu
kenangkanlah pula masa remaja kita yang gemilang
Dan juga masa depan kita
yang hampir rampung


dan dengan lega akan kita lunaskan.
Kita tidaklah sendiri
dan terasing dengan nasib kita
Karna soalnya adalah hukum sejarah kehidupan.


Suka duka kita bukanlah istimewa
kerna setiap orang mengalaminya.


Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh
Hidup adalah untuk mengolah hidup
bekerja membalik tanah
memasuki rahasia langit dan samodra,
serta mencipta dan mengukir dunia.


Kita menyandang tugas,
kerna tugas adalah tugas.


Bukannya demi sorga atau neraka.


Tetapi demi kehormatan seorang manusia.


Kerna sesungguhnyalah kita bukan debu
meski kita telah reyot, tua renta dan kelabu.


Kita adalah kepribadian
dan harga kita adalah kehormatan kita.


Tolehlah lagi ke belakang
ke masa silam yang tak seorangpun kuasa menghapusnya.


Lihatlah betapa tahun-tahun kita penuh warna.


Sembilan puluh tahun yang dibelai napas kita.


Sembilan puluh tahun yang selalu bangkit
melewatkan tahun-tahun lama yang porak poranda.


Dan kenangkanlah pula
bagaimana kita dahulu tersenyum senantiasa
menghadapi langit dan bumi, dan juga nasib kita.

WS Rendra - SAJAK SEORANG TUA UNTUK ISTERINYA
Kita tersenyum bukanlah kerna bersandiwara.

Bukan kerna senyuman adalah suatu kedok.


Tetapi kerna senyuman adalah suatu sikap.


Sikap kita untuk Tuhan, manusia sesama,
nasib, dan kehidupan.


Lihatlah! Sembilan puluh tahun penuh warna
Kenangkanlah bahwa kita telah selalu menolak menjadi koma.


Kita menjadi goyah dan bongkok
kerna usia nampaknya lebih kuat dari kita
tetapi bukan kerna kita telah terkalahkan.


Aku tulis sajak ini
untuk menghibur hatimu
Sementara kaukenangkan encokmu
kenangkanlah pula
bahwa kita ditantang seratus dewa.

WS. Rendra, Sajak-sajak sepatu tua,1972
…BAHWA KITA DITANTANG SERATUS DEWA.

Getting Info...

About the Author

Halo semua apa kabar, panggil saja aku Zaramozzoe aku sangat suka sekali berbagi setitik kebahagian untuk kalian.jangan lupa follow ya .. 'just do it' :)blog yang aku kelola:- Zaramozzoe.store- Zaramozzoe- koreadramanews- viralterbaru- sepat…
Cookie Consent
We serve cookies on this site to analyze traffic, remember your preferences, and optimize your experience.
Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.